Kebutuhan Petani Kelapa Sawit Ternyata Sudah Disiapkan Seluruhnya Oleh RGE

Puisimu – Anak perusahaan RGE atau Royal Golden Eagle memang ada banyak sekali. Salah satu anak perusahaan RGE yaitu Asian Agri. Asian Agri merupakan grup perusahaan dibawah naungan RGE yang bergelut di bidang kelapa sawit. Dalam menjalankan usahanya, Asian Agri bersikap bijaksana.

Tidak berusaha mendapatkan keuntungan secara pribadi, Asian Agri senantiasa peduli dengan hajat hidup masyarakat setempat. Alhasil Asian Agri senantiasa berusaha untuk memberikan yang dibutuhkan oleh petani kelapa sawit. Selain berusaha memberikan suatu upaya pendampingan, Asian Agri juga memberikan upaya perlindungan kepada petani kelapa sawit, memberikan pembibitan dan juga sampai dengan program replanting juga dilakukan. Semua itu diharapkan dapat membantu masyarakat setempat agar bisa meningkatkan penghasilan dan potensi kebun kelapa sawit secara layak.

Langkah Pemenuhan Kebutuhan Petani Kelapa Sawit Oleh RGE

Selain menyediakan kebutuhan petani kelapa sawit berupa pembibitan, Asian Agri dibawah naungan Raja Garuda Mas yang sekarang berganti nama menjadi Royal Golden Eagle sudah menggulirkan program replanting ini. Hal ini dilakukan karena program replanting dinilai krusial bagi perkebunan kelapa sawit agar produktivitas kelapa sawit mengalami peningkatan. Salah satu program replantingnya adalah dengan benih topaz.

Rencananya pemerintah akan menjalankan program PSR di semester kedua tahun 2018. Secara khusus kementerian pertanian mengharap kepada para produsen bibit kelapa sawit agar berkenan untuk berpartisipasi menyukseskannya. Dalam hal ini Asian Agri juga dimintai bantuan untuk merangkul masyarakat agar mensukseskan program PSR di semester kedua tahun 2018 saat ini. Muhammad Anas, selaku direktur perbenihan perkebunan kemerinterian pertanian turut menyatakan bahwa pihaknya butuh benih kelapa sawit yang besar. Beliau memberikan kalkulasi bahwa saat ini kebutuhan benih kelapa sawit mencapai kisaran 27,75 juta kecambah dimana angka ini muncul dari asumsi rata – rata satu hektar lahan kelapa sawit yang terdapat sekitar 150 pohon sawit disana. Oleh sebab itu pada bulan April 2018 yang lalu, kementerian pertanian mengumpulkan setidaknya 17 produsen bibit kelapa sawit. Asian Agri sebagai perusahaan Sukanto Tanoto yang mendukung program tersebut turut hadir. Program tersebut juga sudah menuai kesepakatan dan ditandandatangani industri benih. Hal ini karena penggunaan benih bersertifikat sangat baik untuk memberikan dukungan atas produktivitas sawit rakyat agar hasilnya jauh lebih tinggi dari sebelumnya.

Sebagai produsen kelapa sawit terkemuka di Indonesia yang didirikan pada tahun 1979 oleh Sukanto Tanoto, Asian Agri sudah membangun kebun sendiri yang menjadi kebun pertama di kawasan Gunung Melayu dan sekarang sudah banyak bekerjasama dengan petani setempat dalam tata kelolanya dan pengadaan sawitnya.

Asian Agri saat ini mampu menembus kapasitas produksi minyak kelapa sawit mencapai satu juta ton setiap tahun yang hal ini bisa dicapai dengan kemampuan pengelolaan kebun seluas 160 ribu hektar yang sekarang sudah menjadi sumber bagi lahan tanam Asian Agri. Dengan semua prestasinya tersebut tentu Asian Agri siap memberikan dukungan atas pengadaan bibit untuk membantu menyukseskan program replanting kelapa sawit yang sudah digagas oleh pemerintah. Mereka juga turut serta dalam menyiapkan berbagai pasokan benih Topaz setidaknya sekitar 237 ribu kecambah dalam rangka PSR.

Memang harus diakui bahwa hal tersebut bukan menjadi hal yang sulit bagi Asian Agri mengingat perusahaan milik Sukanto Tanoto ini biasanya mampu menghasilkan benih unggul Topaz sampai dengan 25 juta ton per tahun. Karena itu adanya program PSR dari pemerintah, Asian Agri bersama masyarakat sama – sama bersemangat untuk memberikan yang terbaik dan mensukseskannya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *